Selasa, 25 Desember 2012

Sejarah IPPNU

oleh: Abdillah Mundir

Pada awalnya, sejak berdirinya IPPNU bernaung di bawah LP Ma’arif, namun sejak tahun 1966 melalui kongresnya di Surabaya, IPPNU berdiri sendiri sebagai salah satu Badan Otonom NU. Struktur kepengurusannya terdiri dari Pucuk Pimpinan di tingkat pusat, Pimpinan Wilayah di tingkat propinsi, Pimpinan Cabang di tingkat kabupaten/kota, pimpinan anak cabang di tingkat kecamatan dan Pimpinan Ranting di tingkat desa/kelurahan serta khusus untuk pondok pesantren, dan sekolah di namakan Komisariat.

Sejak tahun 1988 melalui kongresnya yang ke-9 di Jombang Jawa Timur (29-31 Januari 1988), kepanjangan IPPNU berganti menjadi Ikatan Puteri-Puteri Nahdlatul Ulama, karena harus menyesuaikan diri dengan Undang-Undang nomor 8 tahun 1985 tentang keormasan, yang melarang adanya organisasi pelajar di sekolah, kecuali OSIS.

Namun setelah Orde Baru tumbang , di saat kebebasan berpendapat dan berekspresi bisa diperoleh dengan mudah, singkatan itu dikembaikan lagi seperti saat kelahirannya. Melalui kongresnya yang ke-13 di Surabaya pada tanggal 18-22 Juni 2003, kepanjangan IPPNU kembali seperti semula menjadi Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama’.

Sumber: http://hisyamibnusholah.wordpress.com/2012/02/22/sejarah-singkat-ikatan-pelajar-puteri-nahdlatul-ulama-ippnu/

IPPNU on MWC NU Purwosari

oleh: Abdillah Mundir

Kehadiran IPNU dan IPPNU dalam acara Pelantikan Pengurus MWC dan Ranting NU Purwosari Pasuruan dalam rangka turut mensukseskan jalannya acara Pelantikan, yaitu memimpin sebagai kondaktur Lagu Indonesia Raya dan turut menyaipkan sajian untuk undangan VVIP.

IPNU-IPPNU Harus Teladani Kepemimpinan Gus Dur

Rekan-rekanita Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) harus meneladani kepemimpinan almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

"Gus Dur merupakan tokoh NU yang juga menjadi guru bangsa, maka para kader IPNU-IPPNU harus meneladani beliau," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Temanggung Trie Marhaen Suhardono di Temanggung, Jateng, Jumat.

Ia mengatakan hal tersebut saat mewakili Bupati Temanggung, Hasyim Afandi membuka Kemah Bakti IPNU-IPPNU Cabang Temanggung di Desa Pendowo, Kecamatan Kranggan.

Lebih lanjut Marhaen mengatakan Gus Dur merupakan tokoh agama yang tidak saja diakui di tingkat nasional tetapi juga diakui di tingkat internasional.

"Mudah-mudahan dari para kader IPNU-IPPNU Temanggung lahir tokoh yang menjadi panutan bangsa, tokoh pluralis seperti Gus Dur," katanya.